Menyelamatkan Ponsel Menggunakan Beras

Menyelamatkan Ponsel Menggunakan Beras. Mungkin, ya mungkin banyak yang tidak percaya, beras bisa menyelamatkan ponsel yang basah dari kerusakan. Bahkan, sejumlah analisis dari Barat yang mencoba mengujinya menilai cara itu tidak benar, atau mitos belaka.

Menyelamatkan Ponsel Menggunakan Beras bukan mitos, atau tips bohong. Sebab, saya sendiri mengalaminya. Beberapa waktu lalu, secara tak sengaja, ponsel Nokia milik saya ikut nyemplung di dalam mesin cuci. Gara-gara saya lupa mengeluarkan dari kantong celana sebelum celana itu dimasukan ke mesin cuci.

Alhasil, lebih 10 menit ponsel Nokia 105 milik saya ikut diaduk-aduk bersama cucian lainnya di dalam mesin suci. Setelah tersadar, buru-buru ponsel itu saya keluarkan. Sebenarnya, saat itu sudah tidak ada harapan untuk bisa menyelamatkan ponsel ini. Memang harganya tidak seberapa, tapi Nokia 105 ini sangat praktis untuk dibawa ke mana-mana dibanding smartphone yang banyak fiturnya. Apalagi jika kebutuhannya hanya untuk telepon, ponsel ini memang sangat cocok (ini bukan promosi lho).

Sembari mengibas-ngibaskan ponsel Nokia 105 itu, saya teringat pernah membaca postingan di internet yang membahas keampuhan beras untuk mengeringkan ponsel yang basah. Sembari Bertawakal Alallah, maka saya coba menyimpan ponsel itu ke dalam tempat penyimpanan beras. Ponsel saya benamkan di antara tumpukan bulir beras.

Empat hari saya biarkan, setengah dag dig dug, saya coba mengecek ponsel itu. Terlihat seluruh bodynya kering, tidak ada setetes pun air tersisa. Ketika saya coba hidupkan, Alhamdulillah, ponsel mau menyala. Tidak ada satu pun fitur yang rusak, menelepon masih bisa begitu pula sms. Layar juga jernih seperti biasa. Kekurangannya hanya satu, baterai tidak bisa dicharge. Tapi bisa diakali dengan membeli LCD USB Charger, yakni ngecharge baterai dengan cara dilepas dari body. Masalah pun selesai.

Nah, itu pengalaman saya menghadapi ponsel yang basah. Tapi, trik ini belum teruji untuk smartphone. Kalau Anda punya pengalaman yang sama untuk smartphone, mungkin bisa sharing ke saya.  Berikut saya tampilkan pengalaman orang-orang yang menyelamatkan barang elektronik menggunakan beras, ada yang sukses ada yang gagal. Tapi jangan skeptis lah, mencoba tak ada salahnya. Jika sukses syukuri, jika tidak berhasil beli saja gadget baru, selesai perkara, hehehe.

– Pada 1996, Earl Proulx dari majalah Yankee menulis perihal beras dalam rubrik ‘Make It Last: Over 1.000 Ingenious Ways to Extend the Life of Everything You Own’. “Jika Anda membawa kamera ke daerah yang hangat dan bercuaca lembab, gunakan silica gel atau beras dalam kantong tembus udara sebagai pelindung dari jamur dan karat,” tulisnya.

– Pada majalah Popular Photography edisi 1946 dimuat artikel sejenis. Kali ini disebutkan bahwa untuk menjaga level kelembaban film, simpan bersama silica gel atau bisa juga menggunakan teh, kertas coklat, dan beras.

– Pada 2014, Gazelle.com menguji penggunaan beras ini. Tidak cukup handal dalam hal menyerap kelembaban. Kemampuannya jauh lebih buruk bila dibanding dengan oatmeal dan nasi instan.
– Jurnalis The Verge, kebetulan menjatuhkan ponsel miliknya ke dasar danau. Ponselnya sempat
menyala lagi setelah dimasukkan ke box beras, namun kembali bermasalah dan kehilangan
sinyal

Setelah membaca postingan, masihkan skeptis dengan Menyelamatkan Ponsel Menggunakan Beras?

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *