Kebakaran di Gunung Lawu Bisa Dideteksi Dini

Kebakaran di Gunung Lawu Bisa Dideteksi Dini.  Di tengah musim kemarau yang panjang, bahaya mengancam. Selain kabut asap, kebakaran lahan maupun hutan bisa menimbulkan kerugian, baik fisik mapun moril. Seperti baru-baru ini, kebakaran di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah mulai merembet ke permukiman warga.

Sumber:sipongi.menlhk.go.id

Sumber:sipongi.menlhk.go.id

Kebakaran kalau sudah terjadi memang sulit untuk di atasi. Tapi, Kebakaran di Gunung Lawu Bisa Dideteksi Dini. Akan lebih baik kalau mengantisipasi sebelum kebakaran terjadi atau memadamkan saat api masih kecil sebelum terbakar membesar. Kalau sudah besar bakal sulit dijinakkan. Lambat naun menimbulkan asap pula.

Berbagai macam cara dilakukan untuk mendeteksi api ini. Bahkan, ada beberap aplikasi tkenologi yang bisa diterapkan untuk melakukan deteksi dini. Berikut di antaranya:

* Sipongi
Pada 12 Maret 2015 lalu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meluncurkan aplikasi pendeteksi kebakaran dini hutan diberi rnama Sipongi.  Tinggal kunjungi situsnya  sipongi.menlhk.go.id.  Pengunjung situsbisa memantau langsung kebakaran hutan melalui aplikasi berbasis satelit NOAA dan Tera, serta dibantu oleh cahaya matahari ini.

* Pemadam Kebakaran
Aplikasi berbasi sistem operasi Android. Memudahkan masyarakat untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tersedia tombol cepat untuk menghubungi petugas.  Baru memiliki satu fitur berupa nomor kontak yang bisa langsung menghubungkan pelapor dengan petugas. Orientasinya masih terbatas pada 5 wilayah di DKI Jakarta.

* #MelawanAsap
Juga merupakan aplikasi berbasis Android.  Aplikasi ini bisa melaporkan daerah yang terkena asap atau soal pelaku pembakaran asap. Saat ini laporannya baru ditujukan ke gerakan melawan asap. Mungkin ke depannya bisa dikoneksikan ke Kementerian Lingkungna hidup dan Kehutanan.  Selain ada pelaporan mengenai asap, ada juga informasi mengenai titik asap berdasarkan data satelit. Ada juga aneka pemberitaan mengenai asap.

* Google Earth
Mengetahui hotspot (tiik panas) kebakaran hutan melalui satelit memanfaatkan Google Earth untuk melihat informasi mengenai hotspot (titik api) dengan mengambil data dari NASA (National Aeronautics and Space Administration). I Instal Aplikasi Google Earth terlebih Baru kunjungi situs NASA (National Aeronautics and Space Administration).

Nah, benar bukan, kebakaran bis diantisipasi asal mau berusaha. Bahkan, Kebakaran di Gunung Lawu Bisa Dideteksi Dini.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *