Ada George Boole di Google Doodle

Ada George Boole di Google Doodle. George Boole adalah ahli matematika asal Inggris. Dia adalah pencetus logika matematika modern. Pria ini yang melanjutkan pengembangan Aljabar biner, kini banyak digunakan untuk lam desain sirkuit computer dan perancangan sakelar on dan off. Memperingati ulang tahun George Boole yang ke-200, Google merayakannya di Google Doodle.

sumber:en.wikipeedia.org

sumber:en.wikipeedia.org

Kenapa sampai Ada George Boole di Google Doodle?  George Boole lahir di Lincoln, Inggris pada 2 November 1815. Boole mendirikan sebuah sekolah dasar untuk mempersaipkan murid-muridnya menjadi ahli matematika.  Boole terpengaruh pemikiran-pemikiran Isaac Newton Pierre Laplace.

Karya pertama Boole The Mhatematical Analysis Of Logic. Buku ini diterbitkan pada 1847. Pada 1854, karyanya An Investigation Of Thought. Dia mampu merumuskan hubungan yang terdapat di dalam logika matematika menjadi simbol-simbol yang sangat sederhana. Hasil pemikiran Boole kelak dikenal sebagai Aljabar Boolean.

Boole pernah menerima penghargaan dari Universitas Dublin dan Oxford. Dia menjadi anggota kehormatan di Royal Irish Academy dan Royal Society of London. Aljabar Boolean yang dicetuskan Boole merupakan ide dasar dalam perancangan sirkuit computer dan bermanfaat dalam perancangan jalur telepon.

Adapun tampilan di Google Doodle, terlihat huruf “g”, “o”, “l” dan “e” berdasarkan kalkulasi logika yang berada di bawahnya. Ketika “x” dan “y” di huruf “g” kedua ‘menyala’, sisa hurufnya menunjukkan rumus berbeda di setiap waktu.

Boole pun dianggap sebagai salah satu ahli matemarika paling berpengaruh di abad ke-19. Penemuan Boole mencangkup berbagai variabel. Seperti”salah”, “benar”, “nyala”, dan “redup”. Teori tersebut punya latar belakang terkait era digital. Kemudian, American Claude Shannon mengaplikasikan teori Boolean untuk membangun jaringan elektronik pada 1930 yang jadi cikal bakal komputer modern.

Pada animasi Doodle, Google menggambarkan gerbang logika yang digunakan dalam komputasi dari fungsi Boolean. Huruf “g” pertama, dua huruf “o”, huruf “l” dan “e” pada Google menyala bergantian berdasarkan logika yang ada di bawah huruf-huruf tersebut yang dipasangkan dengan “x” dan “y” yang menyala di huruf kedua “g”.

Misalnya, ketika x dan y menyala, huruf pertama “g” (x AND y) dan huruf “o” kedua (x OR y) menyala.  “XOR” yang mengaktifkan huruf “o” pertama dikenal sebagai pintu “Exclusive OR”, yang berarti hanya menyala ketika satu dan hanya satu dari x atau y benar.

Saat ini, logika tersebut mendasari semua perangkat digital yang ada di hampir setiap baris kode komputer. Jadi, Ada George Boole di Google Doodle.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *