Teknologi Quick Count untuk Hasil Pilkada 2015

Teknologi Quick Count untuk Hasil Pilkada 2015. Pada 9 Desember 2015 lalu, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 269 daerah meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten dan 36 kota di Indonesia. Tentu bukan perkara mudah untuk menyelenggarakan event besar secara serempak. Termasuk bagaimana cara untuk mengetahui hasil perolehan suara kandidat kepala daerah dengan cepat. Seperti disebutkan di bagian awal dari paragraf ini, quick count merupakan satu metode yang dianggap paling mendekati (presisi).

Sumber:quick-count-pilkada.blogspot.com

Sumber:quick-count-pilkada.blogspot.com

Perlu diketahui, memang ada Teknologi Quick Count untuk Hasil Pilkada 2015. Lantas, teknologi seperti apa quick count itu? Quick count adalah proses perhitungan cepat hasil voting menggunakan metode sampling dan kemampuan teknologi komunikasi. Teknologi komunikasi itu adalah teknologi SMS didukung oleh program SMS collector.

Adapun peralatan yangdipelrukan untuk quick count mulai dari komputer untuk menginput data hingga ponsel untuk mengirim SMS hasil pemilu ke server tempat menerima data. TPS dipilih secara proporsional dilanjut relawan dengan jumlah tertentu bertugas menginput sampel ke dalam sistem data. Nah, data yang didapatkan itu dikirim ke pusat dara dengan metode ilmu statistik. Data tersebut diolah melalui software dibuat oleh programer. Lembaga survei yang relatif mapan biasanya memiliki software yang canggih untuk mengolah data.

Ngomong-ngomong nih, ada inovasi baru dari quick count yakni e-voting. Sistem ini memanfaatkan e-ktp. Sistem e-voting atau pemilu elektronik ini baru di selenggarakan pada 2019. E-voting atau electronic voting adalah metode pemungutan suara serta perhitungan suara dalam suatu pemilihan menggunakan perangkat elektronik.

Tujuan dari elektronik voting (e-voting) sendiri adalah untuk menyelenggarakan pemungutan suara dengan biaya yang hemat dan perhitungan suara yang cepat dengan menggunakan sistem yang aman dan mudah untuk dilakukan audit. Dengan e-voting perhitungan suara dapat dilakukan dengan cepat,pemungutan suara dapat lebih sedrhana, biaya yang di keluarkan untuk percetakan surat suara dapat dikurangi atau bahkan di hilangkan, serta peralatan e-voting dapat digunakan berulang kali untuk pemilu dan pilkada.

Kelebihan teknologi quick count:
* Akurasi dan presisi
Mampu menyuguhkan data dengan tingkat akurasi hingga 90%.

* Cepat
Menggunakan teknologi canggih dan serba otomatis dikelola para ahli teknologi informasi berpengalaman sehingga memungkinkan data dikirim dan di tampilkan secara real time.

* Aman dan mudah
Mudah dipahami karena berbentuk grafik. Hasil quick count juga dapat diakses dengan mudah hanya dengan memasukan kode keamanan. Data dapat diakses dimanapun klien berada dengan menggunakan PC, notebook, tablet dan smartphone. Tidak adanya pengakses yang dapat mengubah data yang disampaikan menjadi factor keamanan dari teknologi quick count ini.

Catatan yang harus digarisbawahi. meskipun memiliki akurasi tinggi, namun hasil quick count tidak dapat digunakan sebagai putusan akhir. Keptusan tetap berada di tangan KPU melalui rekapitulasi perhitungan manual (real count). Demikian Teknologi Quick Count untuk Hasil Pilkada 2015.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *